Terimakasih, Karena Luka Yang Kau Berikan, Aku Belajar Untuk Mencintai Diriku Terlebih Dahulu.
Saat ini, aku telah kehilanganmu, orang yang tidak menyayangiku. Tapi, kau juga telah kehilanganku, orang yang benar-benar menyayangimu.
Sekarang, kita adalah dua orang asing. Ingin sekali aku menanyakan kabarmu. Aku hanya ingin tahu apakah kau berhasil untuk melupakanku dalam pikiranmu itu. Semoga kau berhasil melupakanku. Tapi hal yang paling aku takutkan adalah, kau bahkan tak pernah mengingatku. Jadi, bagaimana mungkin kau melupakanku, kalau kau saja tak mengingatku.
Mungkin aku tak seelok seperti yang kau inginkan.
Aku juga tak seindah yang kau bayangkan.
Ketahuilah, peduliku terhadapmu tak bisa kau pikirkan.
"kita tidak bisa mencegah orang menyakiti kita, tetapi kita bisa mencegah hati kita dari sakit yang berlarut-larut"
Aku tak ingin mengejarmu, karna aku tahu semakin aku kejar. Kau akan semakin jauh.
Biarlah ini mengalir apa adanya. Kau dengan kehidupanmu, aku dengan kehidupanku. Aku mengejar impianku, kau mengejar keinginanmu.
Luka yang kau ciptakan menjadi cambuk terkerasku untuk aku mencintai diriku lebih dulu.
Dan ada pelajaran penting yang kudapatkan dari sekumpulan luka di hati berkatmu. Tidak peduli seberapa besar kau memberikan luka kepadaku dengan cara-cara bijakmu itu, aku akan selalu menanggungnya dengan cara-caraku. Dan apakah kau tahu cara-caraku? Yaitu, memaafkan. Aku tidak pernah peduli bagaimana caramu melukai, yang terpenting adalah memaafkan, sebab itu memberikanku satu ruang di hati yang kunamai kebahagiaan, untuk menjalani hari-hari yang ada.
Sendirian atau berdampingan hidup sepatutnya tetap penuh arti.
Komentar
Posting Komentar