Langsung ke konten utama

Terimakasih, Karena Luka Yang Kau Berikan, Aku Belajar Untuk Mencintai Diriku Terlebih Dahulu.

Terimakasih, Karena Luka Yang Kau Berikan, Aku Belajar Untuk Mencintai Diriku Terlebih Dahulu.

Saat ini, aku telah kehilanganmu, orang yang tidak menyayangiku. Tapi, kau juga telah kehilanganku, orang yang benar-benar menyayangimu.

Sekarang, kita adalah dua orang asing. Ingin sekali aku menanyakan kabarmu. Aku hanya ingin tahu apakah kau berhasil untuk melupakanku dalam pikiranmu itu. Semoga kau berhasil melupakanku. Tapi hal yang paling aku takutkan adalah, kau bahkan tak pernah mengingatku. Jadi, bagaimana mungkin kau melupakanku, kalau kau saja tak mengingatku.

Mungkin aku tak seelok seperti yang kau inginkan.
Aku juga tak seindah yang kau bayangkan. 
Ketahuilah, peduliku terhadapmu tak bisa kau pikirkan.

"kita tidak bisa mencegah orang menyakiti kita, tetapi kita bisa mencegah hati kita dari sakit yang berlarut-larut"

Aku tak ingin mengejarmu, karna aku tahu semakin aku kejar. Kau akan semakin jauh.
Biarlah ini mengalir apa adanya. Kau dengan kehidupanmu, aku dengan kehidupanku. Aku mengejar impianku, kau mengejar keinginanmu.

Luka yang kau ciptakan menjadi cambuk terkerasku untuk aku mencintai diriku lebih dulu. 
Dan ada pelajaran penting yang kudapatkan dari sekumpulan luka di hati berkatmu. Tidak peduli seberapa besar kau memberikan luka kepadaku dengan cara-cara bijakmu itu, aku akan selalu menanggungnya dengan cara-caraku. Dan apakah kau tahu cara-caraku? Yaitu, memaafkan. Aku tidak pernah peduli bagaimana caramu melukai, yang terpenting adalah memaafkan, sebab itu memberikanku satu ruang di hati yang kunamai kebahagiaan, untuk menjalani hari-hari yang ada.


Sendirian atau berdampingan hidup sepatutnya tetap penuh arti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

  Mengapa aku harus sembuh dari luka yang bukan salahku ? Ada kalanya hidup memberi kita pelajaran yang menyakitkan—sakit yang datang tanpa peringatan, menghancurkan kenyamanan yang pernah kita rasakan, dan meninggalkan luka yang tak mudah sembuh.  Rupanya mencintai someone completely isn't enough too. Supporting each other isn't enough as well.  Mengetahui sesuatu yang harusnya tidak diketahui juga seolah dunia berhenti berputar. Rasanya seperti ada yang mencabut seluruh fondasi yang telah kubangun dengan susah payah, dan aku terjatuh, tak tahu ke mana harus melangkah. Then, how do we say goodbye to someone who's been with us for our whole damn life? Bukankah di umur yang sudah matang ini, kita hanya perlu seseorang yang bisa berjalan searah bersama ?  Tak peduli seberapa banyak kita kehilangan sesuatu dalam hidup, ku sendiri pun yakin di hati kecil kita masih berharap ada hal baik di ujung sana. Namun, jika pada akhirnya kita menyerah, yakini sekitarmu, bahwa kita ...

EMPTY

Hi, Peeps! Ternyata sudah lama saya tidak menuangkan isi pikiran saya di sini yah, bagaimana tidak, mahasiswa setengah pekerja ini jangankan menulis blog sendiri, menulis skripsinya saja ogah-ogahan harus ada perang diri dahulu sebelum menyentuh skripsi yang rasanya tidak ada ujungnya. Ternyata skripsi dan hidup tidak jauh berbeda, kita sudah melakukan yang terbaik pun tetap di uji dosen untuk mengubah ke yang lebih baik lagi. Eits, kali ini saya tidak akan panjang lebar menceritakan skripsi ini yah.  Bagaimana keadaan kalian para readers? sudahkah kalian tersenyum hari ini, sudahkah kalian bersyukur hari ini ? sudahkah kalian lebih kuat dalam menghadapi dunia yang semakin kejam ini ? Kita yang tersesak beriring kabut, hari-hari yang kita jalani kita pasti selalu berharap ada yang bermakna, menginginkan kembalinya senyum  yang pergi s ecepat seperti di lahirkan lagi. Sedikit ku ceritakan kehidupan tentang diriku, yang tidak bisa ku ceritakan pada orang lain secara lisan, dan d...

New Chapter

Aku kembali! aku kembali setelah bertahun tahun bersembunyi di balik keinginanku untuk menceritakan kehidupanku melalui tulisan. Tapi kini aku kembali, aku kembali untuk seseorang yg menantikan tulisan ini.   Karna kamu aku bersembunyi di balik keinginanku untuk menulis, tapi karna kamu juga aku mencari diriku yg telah lama bersembunyi. Terimakasih sudah hadir lagi setelah sekian lamanya juga kau bersembunyi. Kita saling bersembunyi dibalik tembok yg tinggi sehingga kau tidak bisa melihatku untuk bertahun tahun, namun kini tembok itu runtuh, dan kau melihatku.  Ku pikir setelah saling berjauhan, memulai hidup baru, kita bisa melepas sepenuhnya dari hal hal yg pernah ada tentang kita. Itulah sebabnya aku meninggalkan untuk menanggalkan perasaan itu. Kamu mengerti bagaimana akhirnya aku harus menyerah untuk melupakan hal yg begitu berarti. Namun setelah bertahun lamanya, kau menyapaku dan sapaan itu mengingatkan aku akan perasaan yang pernah kutinggalkan. Di perjalanan pergiku b...