Langsung ke konten utama

Teruntuk Kamu Mahasiswa Setengah Pekerja

Teruntuk kamu yang bekerja dan kuliah di waktu yang sama. Tentu perlu membaginya dengan tenaga yang cukup ekstra kan? Bahkan, waktu 24 jam selalu terasa kurang karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan antara pekerjaan dan tugas kuliah belum lagi harus belajar untuk tes di kampus. Alhasil, jam istirahatmu pun berantakan. Kamu yang sedang menjalani aktivitas bekerja dan kuliah tentu merasa sedang berada di zona perang.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kuliah dan bekerja adalah dua hal yang berat. Sesudah menjalani belajar yang penat, kamu masih harus berkutat dengan dunia kerja yang penuh tantangan apalagi jika ditambah kamu bertemu dengan teman kerja yang menjengkelkan. 

Bagi kamu yang kuliah dan bekerja juga pasti merasa waktu begitu cepat berputar yang terkadang akan membuat kamu mengalami kebingungan dalam mengatur waktu karena banyak kegiatan yang harus dilalui. Mungkinkah terkadang muncul pemikiran di benak masing-masing kalian untuk mengerjakan tugas kuliah dan kantor sekaligus dalam waktu yang bersamaan jika bisa? 
Tidak hanya pekerjaan dan kuliah. Bahkan, kamu tidak bisa hangout bersama teman sebaya walaupun tanggal di kalender berwarna merah, kamu lebih menggunakan waktu itu untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan yang masih terbengkalai.

Sedikit kutipan-kutipan untuk kamu yang sedang berada di zona perang, mungkin akan menambah semangatmu.

1. Semangat ayah mengalir dalam darah, ketekunan ibu berdegub hebat di tiap nadi, pantaskah aku menyerah dalam jalanku?


Orangtua dan keluargamu percaya kamu bisa, kenapa justru kamu melemah? Bukan hanya orangtua dan keluarga bahkan seseorang hadir dalam hidupmu untuk mendukung dan menyemangatimu. Terlebih ada Tuhan yang mendampingi setiap langkahmu. Berjuanglah!

2. Percayalah, dirimu hebat dari yang kau duga!


Jika kamu cukup berani memutuskan untuk bekerja dan kuliah di waktu yang sama,  seharusnya kamu bisa memutuskan untuk menjalaninya hingga tuntas. Jangan menyerah, dirimu hebat lebih dari yang kau pikirkan! 

3. Masa depan ada dalam keyakinan yang kau realisasikan.

Kamu yang bekerja keras setiap hari tak kenal waktu yang terkadang muncul kepenatan, bahkan permasalahan. Tak masalah. Anggap saja itu bumbu-bumbu perjuangan dan Percayalah, hasil tidak akan mengkhianati proses.

4. Kamu bisa lebih dari dirimu saat ini. You must believe it!


Ingat, bahwa Tuhan memilih orang-orang terbaiknya untuk memikul beban yang lebih berat dari yang lain. Itu artinya kamu adalah manusia pilihan. Kamu telah menyandang gelar sebagai mahasiswa teladan karena sudah bisa membiayai hidup sendiri. Siapa yang tak iri dengan itu?
"Lakukan bagianmu semampu yang kamu bisa. Selanjutnya, biarkan Tuhan melakukan yang tak kamu bisa."
 
5. Ketika kepenatan berada di puncak, tetap tenang dan jalani.


Selesaikan pekerjaan dan tugas kuliah dengan se-efisien mungkin, pusing boleh, stress jangan. Memikirkan banyak hal tanpa menyelesaikan itu tak ada gunanya. Saat kepenatan melandamu, tetap tenang jika konsenterasimu terganggu bersantailah sejenak mungkin kamu butuh kopi.

------------

For everyone who read this, kamu harus bangga dengan dirimu. Kamu bisa membiayai kuliahmu sendiri, membeli buku sendiri, dan kebutuhan lain sendiri. Tidak banyak yang bisa melakukan ini menjadi 'Mahasiswa Setengah Pekerja' 
Yakinlah kamu mampu keluar dari zona perang dan keluar menjadi pemenang.
Banggalah dengan kemandirianmu di usia muda, daripada terlambat dewasa. Buatlah orang lain terinspirasi dengan dirimu. Eits, amalan akhirat juga jangan dilewatkan ya. Tentu kedua hal ini 'Berdoa dan Bekerja' harus seimbang. 

"Di balik perjuanganmu meraih cita-cita, ada sosok yang sedang dalam usaha memantaskan diri untuk menjadi pendampingmu"-unknown.
                                          



                                                
                                                         




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

  Mengapa aku harus sembuh dari luka yang bukan salahku ? Ada kalanya hidup memberi kita pelajaran yang menyakitkan—sakit yang datang tanpa peringatan, menghancurkan kenyamanan yang pernah kita rasakan, dan meninggalkan luka yang tak mudah sembuh.  Rupanya mencintai someone completely isn't enough too. Supporting each other isn't enough as well.  Mengetahui sesuatu yang harusnya tidak diketahui juga seolah dunia berhenti berputar. Rasanya seperti ada yang mencabut seluruh fondasi yang telah kubangun dengan susah payah, dan aku terjatuh, tak tahu ke mana harus melangkah. Then, how do we say goodbye to someone who's been with us for our whole damn life? Bukankah di umur yang sudah matang ini, kita hanya perlu seseorang yang bisa berjalan searah bersama ?  Tak peduli seberapa banyak kita kehilangan sesuatu dalam hidup, ku sendiri pun yakin di hati kecil kita masih berharap ada hal baik di ujung sana. Namun, jika pada akhirnya kita menyerah, yakini sekitarmu, bahwa kita ...

EMPTY

Hi, Peeps! Ternyata sudah lama saya tidak menuangkan isi pikiran saya di sini yah, bagaimana tidak, mahasiswa setengah pekerja ini jangankan menulis blog sendiri, menulis skripsinya saja ogah-ogahan harus ada perang diri dahulu sebelum menyentuh skripsi yang rasanya tidak ada ujungnya. Ternyata skripsi dan hidup tidak jauh berbeda, kita sudah melakukan yang terbaik pun tetap di uji dosen untuk mengubah ke yang lebih baik lagi. Eits, kali ini saya tidak akan panjang lebar menceritakan skripsi ini yah.  Bagaimana keadaan kalian para readers? sudahkah kalian tersenyum hari ini, sudahkah kalian bersyukur hari ini ? sudahkah kalian lebih kuat dalam menghadapi dunia yang semakin kejam ini ? Kita yang tersesak beriring kabut, hari-hari yang kita jalani kita pasti selalu berharap ada yang bermakna, menginginkan kembalinya senyum  yang pergi s ecepat seperti di lahirkan lagi. Sedikit ku ceritakan kehidupan tentang diriku, yang tidak bisa ku ceritakan pada orang lain secara lisan, dan d...

New Chapter

Aku kembali! aku kembali setelah bertahun tahun bersembunyi di balik keinginanku untuk menceritakan kehidupanku melalui tulisan. Tapi kini aku kembali, aku kembali untuk seseorang yg menantikan tulisan ini.   Karna kamu aku bersembunyi di balik keinginanku untuk menulis, tapi karna kamu juga aku mencari diriku yg telah lama bersembunyi. Terimakasih sudah hadir lagi setelah sekian lamanya juga kau bersembunyi. Kita saling bersembunyi dibalik tembok yg tinggi sehingga kau tidak bisa melihatku untuk bertahun tahun, namun kini tembok itu runtuh, dan kau melihatku.  Ku pikir setelah saling berjauhan, memulai hidup baru, kita bisa melepas sepenuhnya dari hal hal yg pernah ada tentang kita. Itulah sebabnya aku meninggalkan untuk menanggalkan perasaan itu. Kamu mengerti bagaimana akhirnya aku harus menyerah untuk melupakan hal yg begitu berarti. Namun setelah bertahun lamanya, kau menyapaku dan sapaan itu mengingatkan aku akan perasaan yang pernah kutinggalkan. Di perjalanan pergiku b...