Langsung ke konten utama

Unknown, Unloved.

Unknown, Unloved "tak kenal maka tak sayang" Peribahasa ini terdengar tidak asing lagi di setiap telinga kita. Jadi, kenalan dulu ya biar sayang.. Hehe..
---

Dari website blog ku ini pasti semua sudah tahu siapa namaku. 

Aku lebih sering di panggil dengan panggilan akrab "Sandra"

Aku berdarah jawa tapi tidak menjawai. Entah mengapa, itu yang masih menjadi misteri belum terpecahkan.

Suatu hari aku bertemu dengan seorang wanita,
"Mbak, bukan berasal dari jawa ya kok logatnya beda" ujarnya.

"Saya lahir di jawa mbak" jawabku.

Mbak-mbak tadi memasang muka heran bercampur kaget.

                                                     ----Skip----

Sebenarnya, ketertarikan ku dalam dunia blog sudah ada sejak dulu hanya saja untuk merealiasikannya itu yang sulit dengan adanya aktivitas yang selalu beranggapan "I don't have time for it" 

Lalu, seseorang mengatakan  padaku.

"Cobalah belajar nulis" katanya.

"Padahal aku bisa nulis" jawabku dalam hati.

"Coba sharing di sosmed, note manatau jadi buku" balasnya.

"Oh, itu maksudnya" Jawabku dalam hati lagi.

"Ga ah, sharing sama orang tertentu aja" jawabku.
---

Bakat dalam merangkai kata pun tidak. Tapi setelah ku pikir-pikir daripada waktu kosongku ku gunakan untuk hal yang kurang bermakna kenapa tidak untuk aku mencoba menuangkan isi yang ada di kepalaku ke dalam tulisan.
---

Blog ini topiknya Random, jadi tidak ada topik khusus dalam blog ini.
Aku rasa perkenalannya sudah cukup. Thanks buat readers yang sudah mau baca. Jangan lewatkan postinganku selanjutnya yah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

  Mengapa aku harus sembuh dari luka yang bukan salahku ? Ada kalanya hidup memberi kita pelajaran yang menyakitkan—sakit yang datang tanpa peringatan, menghancurkan kenyamanan yang pernah kita rasakan, dan meninggalkan luka yang tak mudah sembuh.  Rupanya mencintai someone completely isn't enough too. Supporting each other isn't enough as well.  Mengetahui sesuatu yang harusnya tidak diketahui juga seolah dunia berhenti berputar. Rasanya seperti ada yang mencabut seluruh fondasi yang telah kubangun dengan susah payah, dan aku terjatuh, tak tahu ke mana harus melangkah. Then, how do we say goodbye to someone who's been with us for our whole damn life? Bukankah di umur yang sudah matang ini, kita hanya perlu seseorang yang bisa berjalan searah bersama ?  Tak peduli seberapa banyak kita kehilangan sesuatu dalam hidup, ku sendiri pun yakin di hati kecil kita masih berharap ada hal baik di ujung sana. Namun, jika pada akhirnya kita menyerah, yakini sekitarmu, bahwa kita ...

EMPTY

Hi, Peeps! Ternyata sudah lama saya tidak menuangkan isi pikiran saya di sini yah, bagaimana tidak, mahasiswa setengah pekerja ini jangankan menulis blog sendiri, menulis skripsinya saja ogah-ogahan harus ada perang diri dahulu sebelum menyentuh skripsi yang rasanya tidak ada ujungnya. Ternyata skripsi dan hidup tidak jauh berbeda, kita sudah melakukan yang terbaik pun tetap di uji dosen untuk mengubah ke yang lebih baik lagi. Eits, kali ini saya tidak akan panjang lebar menceritakan skripsi ini yah.  Bagaimana keadaan kalian para readers? sudahkah kalian tersenyum hari ini, sudahkah kalian bersyukur hari ini ? sudahkah kalian lebih kuat dalam menghadapi dunia yang semakin kejam ini ? Kita yang tersesak beriring kabut, hari-hari yang kita jalani kita pasti selalu berharap ada yang bermakna, menginginkan kembalinya senyum  yang pergi s ecepat seperti di lahirkan lagi. Sedikit ku ceritakan kehidupan tentang diriku, yang tidak bisa ku ceritakan pada orang lain secara lisan, dan d...

New Chapter

Aku kembali! aku kembali setelah bertahun tahun bersembunyi di balik keinginanku untuk menceritakan kehidupanku melalui tulisan. Tapi kini aku kembali, aku kembali untuk seseorang yg menantikan tulisan ini.   Karna kamu aku bersembunyi di balik keinginanku untuk menulis, tapi karna kamu juga aku mencari diriku yg telah lama bersembunyi. Terimakasih sudah hadir lagi setelah sekian lamanya juga kau bersembunyi. Kita saling bersembunyi dibalik tembok yg tinggi sehingga kau tidak bisa melihatku untuk bertahun tahun, namun kini tembok itu runtuh, dan kau melihatku.  Ku pikir setelah saling berjauhan, memulai hidup baru, kita bisa melepas sepenuhnya dari hal hal yg pernah ada tentang kita. Itulah sebabnya aku meninggalkan untuk menanggalkan perasaan itu. Kamu mengerti bagaimana akhirnya aku harus menyerah untuk melupakan hal yg begitu berarti. Namun setelah bertahun lamanya, kau menyapaku dan sapaan itu mengingatkan aku akan perasaan yang pernah kutinggalkan. Di perjalanan pergiku b...